Ini lanjutan postingan yg di bawah :
Hiji :
Aku ketemuan sama @putrifrans. Udah cengar-cengir kan tu pas liat-liatan dari jauh. Terus aku kalut sebentar, nengok ke kiri. Eh pas nengok ke kanaaaan.....
Jeng jeeeng ku lihat kedua kaki Frans sudah terendam lumpur setinggi mata kakinya. Sumpeh item bener dah tu kaki haha. Ku temani dia mencuci kaki (nebeng di abang-abang pop ice minuman sang idola).
Dua :
Hujan turun dengan derasnya, terlebih saat di terminal Kampung Melayu kampungnya orang melayu. Di angkot tinggal berempat; gue, Putri, sama 2 eneng-eneng. Angkotku langsung diserbu oleh 3 ojek payung. Terus kita berempat tuh bukannya langsung turun, malah liat-liatan. Bingung. Butuh payung tapi ga punya. Ada ojek payung tapi takut mahal.
Akhirnya gue tanya, 'Berapa bang?'
'Mau sampe mana neng?'
'Sampe angkot 44 bang.'
'Oh hmm 3 eh 2 ribu aja deh neng berdua'.
Yaolooooh baiknyoooo tu abang. Langsung dah ga pake mikir lagi, disambet tu payung.
Terus tiba-tiba Putri bilang 'Tu abangnya senengnya ga payungan ya Nan.' -___- ckck haduh fransiiiie fransie.
'Abangnya bukan karena seneng ngga payungan kali Put. Lah kalo dia payungan, kita gimana coba. Keujanan.'
'Oh iya juga ya Nan.' Haha dasar.
Tapi seru banget sumpah. Kapan lagi kita bisa kaya gini, yega put?
Tilu:
Pas di angkot 44, gue sama Putri kan duduknya di ujung belakang. Karena hujan air, kacapun berkabut sehingga mengaburkan pandangan ke luar jendela. Frans dan aku pun tak tau ada dimana (ke-hidden). Ku cabut rasa malu dan ku tanam keberanian untuk bersuara keras (saat hujan, angkot kedap suara).
'Bang, SMP 115 dimana? Udah lewat belum? Saya engga keliatan bang (saya makhluk halus).'
'Tu depan neng.'
'Oh gitu ya. Yaudah entar berenti ya bang disitu.'
Kemudian aku dan Frans segera menghampiri Zahra yang telah terlalu lama menunggu di halte. Maafkan kami ya Zahra.
Opat:
Di Bloop, Putri tiba-tiba ketemu temen se-geng SMPnya (udah jago bergaul dari kecil nih frans). Terus hebring sendiri gitu deh.
Lima:
Disebuah toko rahasia, akhirnya Zahra menemukannya!! Menemukan apa? Rahasia dulu deh sampe tanggal 9 hehe.
Genep:
Konser musik keroncong makin rame, udah minta disuap. Akhirnya the three (gue Putri Zahra) memutuskan untuk makan di Mas Mono. Disana ada mas-mas baju ijo yang manggil-manggil gue 'biru, biru'. Pokoknya dia usil sekali terhadapku. Aku digoda, untung aku ngga tergoda.
Tujuh:
Karena pada belum mau pulang, the three pun iseng cuci mata (the three belekan!). Sampai akhirnya pada suatu distro, kami dikejutkan oleh penampakan sepasang gay pemilik toko tersebut. Ih geli deh. Ternyata gay memang lebih romantis daripada pasangan normal. Cuit cuiiit. Ah padahal guanteng juga die, kenapa pake ga normal segala!
Salapan:
Saat akan pulang, tiba-tiba the three berpapasan dengan Apite Lambesis beserta sang kekasih baru. Kami terkejut dan shock karena awalnya salah mendengar nama pacar barunya. Kita dengernya 'Farah' (mantan) padahal 'Fara' ga pake H haha.
Kapan lagi kita bisa punya hari se-seru ini?
with ♥
nandams