Friday, April 29, 2011

Datar

Ya, sosoknya sedang datar. Dan aku tau mengapa dia datar. Karna masalah itu, karna persoalan itu. Hal itu membuatnya berubah dari sosok yang bergelombang, berwarna, dan penuh tawa, menjadi datar.


Dan aku sendiri disini hanya bisa menatapnya dengan tatapan tiada arti. Menatapnya dari kejauhan. Menatapnya dari sudut yang tidak dia ketahui. Menatapnya, dan melihat tawa kepalsuannya.


Seberapa keraspun usahamu untuk tetap terlihat baik-baik saja, tapi aku tetap bisa melihat kefrustasianmu. Kebimbanganmu. Kesedihanmu. Dan rasa sakit tak terperi yang sedang kau tahan, yang sedang kau rajuk agar lekas sembuh.

Clue 1

"Biarpun ngos-ngosan, tapi karna lo udah sedikit jujur, gue jadi sedikit mengerti. Dan karna jadi sedikit mengerti, gue jadi sedikit tenang. Dan karna jadi sedikit tenang, gue jadi sedikit teryakinkan. Dan karna jadi sedikit teryakinkan, gue akan dengan sabar menunggu. Menunggu, dan menanti sampai segala urusan lo selesai."

Sunday, April 17, 2011

Minggu Galau

Minggu ini minggu galau. Bukan hanya karna besok UN, tapi juga karna ada yang datang dan pergi. Sering aku bernyanyi: "Kau datang dan pergi sesuka hati~" uuu kejamnya dirimu. Bukan tanpa alasan ku bernyanyi, tapi faktanya kamu memang kejam. Mempermainkan perasaanku seenaknya. Huh! Lama-lama sebal juga :(

Thursday, April 7, 2011

Terulang

Ya Allah kenapa sih hidupku ga ada berubah-berubahnya sama sekali :(. Dan kenapa sih aku selalu melakukan lagi kesalahan yang sama berulang kali :(. Kamu mau jadi apa nan? Dari dulu ga berubah-berubah.

Tuesday, April 5, 2011

Emas dan Perunggu

Postingan ini aku tujukan kepada salah seorang sahabatku, karibku. Semoga setelah membacanya kau mendapat sedikit pencerahan, teman :)


Aku tau kamu lebih prefer ke perunggu karna kalian satu keyakinan. Aku tau keyakinan itu amat penting, dan sangat sulit mendapatkan orang yang satu keyakinannya dengan kita.

Tapi apakah kamu mau hidupmu terus dan tetap begini? Terus dan tetap dipermainkan bagai boneka, dan ditarik ulur bagai layangan?

Ada kalanya suatu saat layangan itu putus. Dan apakah kamu pernah tau dimana layangan itu berada setelah putus atau memutuskan diri dari benang?

Tidak pernah ada yang tau kemana perginya layangan yang telah putus itu. Begitu pula dengan cintamu.

Bosan dipermainkan?
Kalau begitu jangan mau dipermainkan, karna kamu bukan mainan.

Lelah ditarik ulur?
Kalau begitu jangan mau ditarik ulur, karna kamu bukan layangan.

Pilihanmu hanya dua:
Memutuskan, atau diputuskan.
Karna ku yakin, suatu saat layangan itu pasti akan berpisah dengan benang merah, dan bertemu dengan benang biru yang lebih kuat.


Lalu, bagaimana dengan emas?

Dari ceritamu, jelas bahwa kau menginginkan seseorang yang satu keyakinannya denganmu. Sedangkan dia?

Tidak. Kalian berbeda. Kalian tak sama.

Ada kalanya kedekatanmu dengan seseorang membawamu pada perasaan yang lebih. Lebih dari yang pada awalnya kau harapkan untuk terjadi, dan kau inginkan.

Dia baik?
Ya, tidak ada yang memungkirinya. Semua pun tau dia baik, dan dia orang baik-baik. Hanya saja, keimanan memang sangat sakral.

Tetaplah jalin hubungan baik dengan dia, tetap tegur sapa, komunikasi. Karna boleh jadi suatu saat kau akan membutuhkannya. Jangan sampai tali silaturahim kalian putus disebabkan perbedaan itu. Bukankah hidup tiada lengkap bila tanpa perbedaan?


Good Luck, F :]