Postingan ini aku tujukan kepada salah seorang sahabatku, karibku. Semoga setelah membacanya kau mendapat sedikit pencerahan, teman :)
Aku tau kamu lebih prefer ke perunggu karna kalian satu keyakinan. Aku tau keyakinan itu amat penting, dan sangat sulit mendapatkan orang yang satu keyakinannya dengan kita.
Tapi apakah kamu mau hidupmu terus dan tetap begini? Terus dan tetap dipermainkan bagai boneka, dan ditarik ulur bagai layangan?
Ada kalanya suatu saat layangan itu putus. Dan apakah kamu pernah tau dimana layangan itu berada setelah putus atau memutuskan diri dari benang?
Tidak pernah ada yang tau kemana perginya layangan yang telah putus itu. Begitu pula dengan cintamu.
Bosan dipermainkan?
Kalau begitu jangan mau dipermainkan, karna kamu bukan mainan.
Lelah ditarik ulur?
Kalau begitu jangan mau ditarik ulur, karna kamu bukan layangan.
Pilihanmu hanya dua:
Memutuskan, atau diputuskan.
Karna ku yakin, suatu saat layangan itu pasti akan berpisah dengan benang merah, dan bertemu dengan benang biru yang lebih kuat.
Lalu, bagaimana dengan emas?
Dari ceritamu, jelas bahwa kau menginginkan seseorang yang satu keyakinannya denganmu. Sedangkan dia?
Tidak. Kalian berbeda. Kalian tak sama.
Ada kalanya kedekatanmu dengan seseorang membawamu pada perasaan yang lebih. Lebih dari yang pada awalnya kau harapkan untuk terjadi, dan kau inginkan.
Dia baik?
Ya, tidak ada yang memungkirinya. Semua pun tau dia baik, dan dia orang baik-baik. Hanya saja, keimanan memang sangat sakral.
Tetaplah jalin hubungan baik dengan dia, tetap tegur sapa, komunikasi. Karna boleh jadi suatu saat kau akan membutuhkannya. Jangan sampai tali silaturahim kalian putus disebabkan perbedaan itu. Bukankah hidup tiada lengkap bila tanpa perbedaan?
Good Luck, F :]
No comments:
Post a Comment