Sunday, March 20, 2011

Ayat

Ini bukan kali pertamanya aku merenung dan berfikir dengan hati tentang ayat-ayat itu. Dan tiap kali aku membacanya (lagi), aku selalu tertegun dan tergetar hatiku.

"Dosa adalah sesuatu yang menggelisahkan jiwamu dan kamu tidak senang jika sesuatu itu kelihatan oleh orang lain." (HR Imam Ahmad)

"Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik." (QS Al-Maidah: 49)

"Berbuat baik dapat membuat jiwa tentram dan hati tenang, sedang berbuat dosa dapat menjadikan jiwa guncang dan hati gelisah, walaupun kamu memperoleh fatwa dari para ahli fatwa." (HR Ahmad)

"... dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (QS Al-Isra: 23)

"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain." (QS Al-Insyirah: 5-7)

"... dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok), dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (QS Al-Hujurat: 11)

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang." (QS Al-Hujurat: 12)

"Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka terkena laknat dunia dan akhirat bagi mereka azab yang besar." (QS An-Nur: 23)

"(Apakah kamu hai orang-orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharap rahmat Tuhannya? Katakanlah, adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran." (QS Az-Zumar: 9)

"Rida Allah tergantung kepada keridaan orang tua dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua." (HR Bukhari)

"... Maka wanita yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suami tidak ada karena Allah telah memelihara mereka ..." (QS An-Nisa: 34)

"Dari Amru ibnu As, Rasulullah saw. bersabda "Dunia itu perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang salehah." (HR Muslim)

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (QS Ar-Rum: 21)

"Wahai para pemuda, siapa saja di antaramu yang sudah mampu untuk menikah, maka menikahlah. Sesungguhnya nikah itu dapat memejamkan mata terhadap orang yang tidak halal dilihatnya dan dapat memelihara kehormatan. Dan siapa yang tidak mampu untuk menikah, maka hendaknya ia berpuasa karena sesungguhnya puasa itu adalah sebuah perisai." (HR Bukhari Muslim)

"Seseorang menikahi wanita karena empat perkara. Karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka nikahilah karena agamanya, niscaya engkau beruntung." (HR Bukhari)

"Sesungguhnya Allah tidak mengubah nasib suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS Ar-Ra'd: 11)

"Maka apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya." (QS Al-Imran: 159)

"Dan bahwasannya manusia tidak akan memperoleh selain apa yang telah diusahakannya." (QS An-Najm: 39)

"Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, susungguhnya tidak putus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum kafir." (QS Yusuf: 87)

"Ketahuilah olehmu bahwasannya dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Apabila baik daging itu, maka baiklah seluruh tubuh, dan apabila rusak daging itu, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah bahwa daging yang dimaksud itu ialah hati." (HR Bukhari Muslim)

No comments:

Post a Comment