Wednesday, July 20, 2011

Bunda

Sejauh apapun aku melangkah,
sejauh apapun aku pergi,
pada akhirnya, aku kembali padamu.

Semarah apapun kamu padaku,
semarah apapun aku padamu,
pada akhirnya, kita akur lagi.

Sesibuk apapun orang lain,
selupa apapun orang padaku,
pada akhirnya, kaulah yang paling ingat dan peduli padaku.

Sering ku fikir, kau tak mengerti aku.
Sering ku fikir, kau tak pedulikan aku.
Sering ku fikit, kau tak butuhkan aku maka baiknya ku pergi.

Namun di 18 tahunku ini, aku sadar......

Kaulah yang paling mengerti aku, tapi sering ku abaikan statementmu.
Kaulah yang paling peduli padaku, tapi sering ku anggap angin lalu perhatianmu.
Dan kita saling membutuhkan, tapi waktu begitu singkat.

Aku adalah kamu, dan kamu adalah aku.
Aku cerminanmu, dan kamu adalah cerminnku.
Begitu persisnya kita, namun sering ku sangkal.

Dan di 18 tahunku ini, aku menyadari......

Disaat semua orang pergi,
disaat semua orang sibuk,
disaat semua orang lupa,
disaat semua orang tiada,
disaat aku diabaikan,
disaat aku ditiadakan,
hanya kau yang selalu mengingatku,
mempedulikan aku,
bersamaku,
menemaniku,
menjadi pelipur dalam laraku,
menjadi sinar dalam gelapku.

Terima kasih, Bunda.
Aku bersumpah akan menjagamu hingga akhir hayatku.
Aku bersumpah akan menyayangimu dengan segenap kasih yang ku punya.
Terima kasih, karna kau selalu ada.
with
nandams

No comments:

Post a Comment